Selasa, 16 Maret 2010

JAZZ DI KUBURAN (PICNIC IN DIXIELAND)

Subgenre/style: Dixieland./Hot Jazz/New Orleans Jazz

Ia muncul dan berkembang di New Orleans pada awal abad 20. Ia lalu menyebar ke kota lain, Chicago dan New York di era 1910-an setelah dibawa oleh band-band asal New Orleans.

Jalur lintas perkembangan musik

Musik ini meriah, ramai, kaya nada, kaya improvisasi, riang, cocok untuk mengusir kesedihan. Ia mengoplos alat-alat musik tiup dari drum band militer dengan kuartet musik ala Perancis, juga ragtime dan blues, ditambah improvisasi polifonik oleh berbagai musik tiup (yang jika harus disebut terdiri dari: terompet, kornet, trombon, klarinet dengan iringan piano, gitar banjo, drum, dan double bass atau tuba).


Penyebutan segala alat musik tadi sudah sangat menggambarkan keramaian dan kemeriahan dixieland. Buktinya, cobalah simak lagu standard dixieland ini, “When the Saints Go Marching In” dan “Basin Street Blues”. Coba juga mampir ke http://www.nodepression.com/profile/DixielandBandBoston. Begitu sampai di situs itu, kita akan langsung disambut macem2 lagu dixieland. Seperti nama situsnya, nodepression dot com, asli.. emang gak bikin depresi.

Ketika menyimak lagu dixieland, saran saya, pastikan dulu nggak ada orang di kiri-kanan-depan-belakang.Atau kalau kamu memang nggak peduli ada orang ato tidak, nggak peduli bakal ditatap aneh orang. Maka saya nggak tanggungjawab kalau kamu tiba-tiba melonjak-lonjak kayak tarian indian memanggil hujan... (dan ketagihan) ;)

1. Dukes of Dixieland, When the Saints Go Marching In: http://www.youtube.com/watch?v=6Q0zZ0VdlUM
Cicipi juga, When the Saints yang di situs http://www.nodepression.com/profile/DixielandBandBoston

Sudah dengar? Lagu yang ramai dan riang bukan? Anehnya, lagu ini sebenarnya dan pada mulanya adalah lagu untuk perkabungan. Dinyanyikan ketika mengiringi jenazah untuk dikuburkan! Tak heran lagu ini dijuluki “jazz funeral” (jazz pemakaman).

Jazz Pemakaman

Ide lagu ini memang bersumber dari Alkitab yang menggambarkan keadaan hari kiamat ketika semua manusia diadili perbuatannya (day of judgement). Dalam pengadilan itu sejumlah manusia, yang terbilang sebagai orang-orang suci (the saints), diputuskan untuk masuk ke dalam (go marching in) surga. Itulah sebabnya lagu ini berisi pengharapan agar dapat masuk dalam bilangan (that number) orang-orang suci tersebut. Seperti diujarkan liriknya:
Oh, when the saints go marching in
Oh, when the saints go marching in
Lord, how I want to be in that number
When the saints go marching in

Bergesernya When the Saints dari musik spiritual, disebut-sebut Louis Armstrong-lah yang mempopulerkannya menjadi musik hiburan dan menjadi lagu standar jazz dixie/New Orleans. Bisa didengarkan versi yang dimainkan Armstrong di sini: http://www.youtube.com/watch?v=wyLjbMBpGDA

Lagu ini pun telah menjadi identitas kota New Orleans sehingga tim american footbal setempat diberi nama New Orleans Saints. Tak kurang "When the Saints" juga jadi lagu yel-yel mereka.

Kostum New Orleans Saints

“When the Saints” juga telah banyak dinyanyikan ulang oleh berbagai musisi dengan versi masing-masing, bahkan oleh band punk (dalam subgenre OI!) sekalipun. Seperti oleh band Condemned 84 yang memodifnya menjadi When The Boots Go Marching In. Cicipi di sini: http://www.youtube.com/watch?v=yvXJ8fxlV28

2. Louis Prima, Basin Street Blues: http://www.youtube.com/watch?v=IijXXXpUefM

1 komentar: