Jumat, 22 Januari 2010

Asal Mula R&B

Jerry Wexler adalah editor di majalah Billboard pada 1947. Tugasnya mengelola rubrik tangga lagu populer (pop chart) yang diurutkan berdasarkan hasil penjualan musik.

Dalam pekerjaan itu, ia mengetahui bahwa kalangan perusahaan rekaman produsen musik pop kulit hitam tak senang dengan pelabelan musik produksi mereka. Pop chart kulit hitam ketika itu dinamai Harlem Hit Parade, Sepia, dan Race Records.

Harlem berarti kawasan pemukiman di New York yang mayoritas penghuninya orang kulit hitam.




















Sepia artinya warna coklat kemerahan, sedangkan race berarti ras tersendiri yang berbeda dengan mayoritas. Penamaan demikian bikin perusahaan rekaman musik kulit hitam tak enak hati, dianggap merendahkan martabat.

Maka, Jerry pun mereka-reka istilah baru sampai ia temukan istilah rhythm and blues (R&B) untuk melabeli black music. Semula, istilah R&B tidak langsung dipakai Billboard untuk menamai pop chart black music mereka. Istilah rhythm and blues hanya digunakan dalam artikel berita saja. Dua tahun kemudian, pada Billboard edisi 25 Juni 1949, pop chart musik orang kulit hitam baru berganti nama menjadi rhythm and blues (R&B, R ’n B).

(Inspired by: A. Sumrahadi, 2010, SosioRockoLogi, Juxtapose, Yk)

Kamis, 21 Januari 2010

Genre Musik

Sebagai gambaran tentang keluasan genre musik, berikut adalah paparan genre musik hasil Survei Musik Populer Amerika oleh Frank Hoffman.
Ada beberapa hal menarik diobrolkan dari pemetaan genre ini. Misalnya, kok bisa sih R&B bisa dimasukkan sebagai prototype rock. Secara bahwa R&B sekarang, seperti Rihanna, Usher, atau Glenn Fredly, di mana rock-nya? Lalu juga, rockabilly dan punk/garage music kok bisa masuk di dua genre sekaligus, yaitu masing-masing di dalam C&W dan rock serta di dalam rock dan punk. Juga, apa sih artinya genre. Apa bedanya dengan aliran atau jenis? Tapi itu belum sempat diobrolkan sekarang.

Genre: Jazz
Subgenre:

  1. Dixieland.
  2. Transitional/Dance.
  3. Big Band/Swing.
  4. Bebop/Bop.
  5. Modern/Cool Jazz.
  6. Fusion.
  7. Free Form/Avant-Garde.

Genre: Country & West (C&W)
Subgenre:

  1. The Bakersfield Sound.
  2. Bluegrass.
  3. Cajun.
  4. Conjunto.
  5. Country Blues.
  6. Country Rock.
  7. Folk Music.
  8. Gospel Music.
  9. Hard Country.
  10. Honky Tonk Music.
  11. The Nashville Sound.
  12. Old Time Music.
  13. Outlaw Country.
  14. Progressive Country.
  15. Rockabilly.
  16. Singing Cowboy Music.
  17. The Texas Sound.
  18. Tex-Mex Country.
  19. Western Swing.

Genre: Rock (& Roll)
Subgenre:

  1. R&B (prototype rock/rock hitam)
  2. Rockabilly (rock putih)
  3. Christian Rock/Christian Contemporary
  4. Punk/Garage Rock
  5. Psychedelia
  6. Progressive Rock
  7. Country Rock
  8. Latin Rock
  9. Big Band Rock
  10. Glitter Rock
  11. Heavy Metal
  12. Euro-pop/Euro-rock
  13. Rock and Roll Revival
  14. Blues Revival
  15. Bubblegum
  16. Singer/Songwriter Tradition
  17. Soft Rock and Related Styles
  18. Power Pop
  19. Album Oriented Rock (Radio)/AOR
  20. Funk
  21. Disco
  22. Rap/Hip Hop
  23. Black Contemporary

Genre: Punk/New Wave/Post Punk
Subgenre:

  1. New Wave
  2. No Wave
  3. Postpunk Music
  4. Hardcore
  5. Thrash
  6. Oi!
  7. Industrial Music
  8. White Noise and Its Stylistic Offshoots: Industrial Dance, House Music, Acid House, and Techno
  9. Techno-Pop
  10. The New Romantics
  11. Ska/Bluebeat Revival
  12. Goth Rock
  13. Alternative Rock
  14. The Manc Sound
  15. Trip-Hop
  16. Riot Grrrl Movement
  17. No Depression

[anekdROCKt] Genre Musik: Lain Kata Orang, Lain Kata Musisinya


Penamaan jenis musik terkadang kacau-balau dan sulit ditertibkan (halah...gaya bahasa petugas tramtib). Louis Armstrong, penyanyi dan pemain terompet, biasanya dipatok sebagai musisi jazz dalam genre swing. Suatu kali ia diwawancara oleh Bing Crosby dalam acara radio nasional.


Sebagai introduksi, Crosby memperkenalkan Armstrong kepada pendengar, "Telah hadir di sini tamu kita sang master swing dan saya meminta dia untuk menjelaskan kepada para pendengar, apa sih musik swing itu?” Di luar dugaan, Armstrong malah nyolot, “Swing? Alahh.. kita biasa menyebutnya ragtime, terus jadi blues, terus lagi jadi jazz. Eh, sekarang swing. Hehehe… kalian ini, punya acara kok kacau banget. Swing? Hehehe…

(Dalam bahasa aslinya: Louis said, "Ah, swing, well, we used to call it ragtime, then blues–then jazz. Now, it's swing. Ha! Ha! White folks yo'all sho is a mess. Ha! Ha! Swing!”)